Calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menyatakan pentingnya kritik dari publik sebagai sinyal untuk perbaikan di institusi kepolisian. Selama proses uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi menekankan bahwa masukan dari masyarakat harus diterima dengan bijak agar Polri dapat terus berbenah dan berkembang sesuai harapan rakyat.
Suyudi menegaskan, “Kritik dan keluhan dari publik pasti kita terima. Hal ini bukanlah sesuatu yang harus ditutupi.” Pernyataan tersebut menggambarkan komitmennya untuk lebih transparan dan responsif terhadap aspirasi masyarakat terkait pelayanan publik kepolisian.
Dia pun menggarisbawahi bahwa kritik adalah bagian dari sistem peringatan dini yang membantu institusi mengenali kekurangan serta segera mengatasi berbagai masalah yang ada. Dengan cara ini, diharapkan Polri dapat memiliki kualitas yang semakin baik.
Pentingnya Reformasi di Lingkungan Kepolisian Indonesia
Suyudi Ario Seto juga menyentuh tentang keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri. Ia meyakini bahwa komisi tersebut dapat menjadi momentum yang sangat berarti dalam mempercepat reformasi di institusi kepolisian. Menurutnya, reformasi bukan untuk melemahkan, tetapi justru untuk memperkuat profesionalisme dan meningkatkan akuntabilitas.
Reformasi di bidang kepolisian sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kedekatan Polri dengan masyarakat adalah hal yang sangat krusial,” imbuhnya. Dengan peningkatan kualitas ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dapat semakin meningkat.
Suyudi berkomitmen untuk melanjutkan upaya perbaikan jika dia mendapatkan persetujuan sebagai Kapolri. Dalam visinya, dia ingin melihat Polri beroperasi dengan keberanian yang tinggi, yang tidak hanya mengenali kekurangan tetapi juga bersedia untuk memperbaikinya secara menyeluruh.
Langkah Selanjutnya Setelah Uji Kelayakan
Selama ujian kelayakan untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo, seluruh anggota Komisi III DPR memberikan dukungan penuh terhadap nama Suyudi. Persetujuan ini merupakan langkah awal yang krusial sebelum tahap selanjutnya, yaitu membawa nama Suyudi untuk disahkan di rapat Paripurna DPR.
Seusai proses uji kelayakan, Ketua DPR, Puan Maharani, menjelaskan bahwa nama Suyudi akan langsung diproses untuk penetapan. Dia berjanji akan mengirimkan hasil tersebut kepada Presiden dengan harapan agar calon Kapolri segera dilantik setelah itu.
Puan juga menambahkan, “Insya Allah, dengan proses ini, tidak akan terjadi kekosongan jabatan. Saya akan segera menandatangani dan mengirimkan dokumen tersebut.” Ini menunjukkan komitmen dan akuntabilitas DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan dan persetujuan terhadap pejabat publik.
Riwayat Karir dan Pemilihan Suyudi Ario Seto
Suyudi Ario Seto bukanlah sosok asing dalam jajaran kepolisian Indonesia. Sebelum menjadi calon Kapolri, dia menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Pengalaman ini menambah bobot kredibilitasnya dalam dunia kepolisian.
Dia sebelumnya juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten dan Wakapolda Metro Jaya. Dengan latar belakang yang kuat dan beragam penugasan, Suyudi diharapkan mampu membawa perubahan yang signifikan di dalam tubuh Polri.
Menjadi Kapolri bukan hanya tentang menjabat, tetapi lebih kepada memimpin perubahan yang diperlukan. Banyak kalangan berharap, Suyudi dengan pengalaman yang dimilikinya dapat mengatasi tantangan yang ada dan membawa Polri menuju era yang lebih baik.
Tantangan dan Harapan bagi Institusi Polri ke Depan
Institusi kepolisian di Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan. Mulai dari masalah internal hingga kebutuhan untuk beradaptasi dengan dinamika masyarakat yang terus berubah. Suyudi menyadari bahwa tugas yang dihadapi bukanlah perkara mudah.
Dia percaya, dengan dukungan masyarakat dan seluruh elemen kepolisian, tantangan tersebut bisa diatasi dengan baik. Harapan untuk melihat Polri yang lebih baik dan dekat dengan masyarakat harus menjadi motivasi utama.
Dengan semangat reformasi dan keterbukaan, Suyudi arus membawa Polri kepada era baru yang lebih transparan serta akuntabel. Masyarakat pun diharapkan dapat turut berperan serta dalam proses ini untuk mencapai tujuan bersama yaitu menciptakan keamanan dan ketertiban.









