Pelarian Ruben, seorang pria berusia 24 tahun yang diduga terlibat dalam sebuah penusukan di Surabaya, berakhir dengan cara yang sangat tragis. Kejadian ini menyoroti masalah keamanan di tengah masyarakat yang seharusnya dapat hidup dengan damai dan tenang.
Ruben melompat ke Sungai Jagir pada saat yang sangat genting, dikejar oleh warga yang berusaha memberikan pertolongan kepada korban penusukan tersebut. Ia ditemukan tewas mengambang dalam air oleh tim SAR gabungan, menciptakan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat.
Kejadian ini terjadi pada tanggal 31 Oktober 2023, saat Ruben terpaksa melompat setelah terlibat dalam insiden kekerasan di jalan. Jenazahnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal, setelah pencarian yang melibatkan berbagai pihak, menunjukkan bagaimana tanggapannya lambat di saat krisis.
Detail Kejadian Penusukan di Jalan Panjang Jiwo, Surabaya
Insiden penusukan ini bermula dari sebuah perselisihan lalu lintas di Jalan Panjang Jiwo, pada malam hari. Dua mobil yang terlibat mengalami senggolan, dan situasi segera memanas saat kedua pengemudi terlibat dalam sebuah perdebatan.
Saksi mata yang berada di lokasi, Tri, menyatakan bahwa mobil tersebut sempat terlibat kejar-kejaran sebelum akhirnya berhenti di jembatan. Ketidakpuasan dan emosi yang tinggi antara pengemudi mendorong mereka untuk berkonfrontasi secara langsung.
Ketika argumen semakin memanas, seorang pelaku mengambil gunting dari mobilnya dan melakukan tindakan kejam dengan menusuk bagian tengkuk Ruben. Setelah serangan itu, Ruben segera dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya, kondisi lukanya cukup parah.
Reaksi Warga dan Keputusan Panik Si Pelaku
Usai penusukan, Ruben berteriak meminta pertolongan, yang segera memanggil perhatian warga sekitar. Dengan cepat, warga berusaha memberikan pertolongan kepada Ruben, tetapi rasa panik juga menyelimuti para pelaku yang terdesak oleh kerumunan.
Dalam keadaan panik, Ruben melompat dari jembatan ke sungai, berharap dapat melarikan diri dari situasi berbahaya itu. Namun, tindakan nekat ini justru berujung fatal baginya, menambah tragisnya peristiwa yang sudah terjadi.
Kapolres setempat, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menyatakan bahwa tindakan penusukan tersebut adalah hasil dari konflik yang tidak seharusnya terjadi. Dia menekankan bahwa insiden ini menunjukkan perlunya peningkatan keamanan di jalan-jalan umum.
Proses Pencarian dan Penemuan Jasad Korban
Setelah Ruben melompat ke sungai, pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan, yang termasuk Basarnas, BPBD, dan Kepolisian. Operasi pencarian ini berlangsung selama dua hari, memperlihatkan dedikasi tim dalam menghadapi situasi yang sulit.
Tim SAR menggunakan berbagai perahu karet untuk menyisir aliran sungai hingga radius enam kilometer. Proses pencarian tersebut adalah tantangan tersendiri, mengingat arus sungai yang deras dan tuntutan waktu yang mendesak.
Akhirnya, jasad Ruben ditemukan pada pagi hari tanggal 31 Oktober 2023. Penemuan ini menandai akhir dari sebuah tragedi yang seharusnya dapat dihindari jika ada kesadaran serta saling menghargai di antara pengguna jalan.







