Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
    • Gadget
    • Science
    No Result
    View All Result
    • Gadget
    • Science
    No Result
    View All Result
    Techconsumptions
    No Result
    View All Result

    Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup Menggunakan Air Masjid di Musim Kemarau

    Gianttech88 by Gianttech88
    June 29, 2026
    Home Science
    Share on FacebookShare on Twitter

    Pagi hari di Masjid Jami Al Ihsan di Desa Kertanegla, Kabupaten Tasikmalaya, terlihat sangat padat. Warga berkumpul dengan membawa jeriken dan galon, mengantre untuk mendapatkan air bersih yang semakin sulit ditemukan akibat kondisi kemarau yang berkepanjangan.

    Selama dua bulan terakhir, masjid ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Bagi warga di sekitar, masjid ini adalah satu-satunya sumber air bersih yang dapat diandalkan di tengah ketidakpastian cuaca yang mengeringkan sumur-sumur mereka.

    Krisis air ini mengharuskan warga untuk datang ke masjid setiap pagi dan sore. Air yang diambil tidak hanya digunakan untuk minum, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi.

    Kondisi Kekeringan dan Dampaknya pada Masyarakat

    Warga di Desa Kertanegla merasakan dampak serius dari kekeringan yang berkepanjangan. Beberapa warga seperti Dedeh Rohayati mengungkapkan bahwa sumur di rumah sudah kering sejak akhir April dan harus menggali lebih dalam untuk mendapatkan air, namun hasilnya nihil.

    “Kami terpaksa ambil air ke masjid,” katanya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Yayah, yang menyebutkan bahwa semua sumber air telah mengering akibat hampir dua bulan tidak ada hujan.

    Jumlah warga yang mengandalkan masjid untuk mendapatkan air bersih semakin meningkat, dan hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus masjid. Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Uun Suhendar, menyatakan keprihatinan terhadap situasi ini namun merasa berkewajiban untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan.

    Keputusan Pengurus Masjid untuk Mengatur Pengambilan Air

    Dalam menjaga keseimbangan kebutuhan ibadah dan kebutuhan masyarakat, pengurus masjid merasa perlu untuk menetapkan aturan pengambilan air. Mereka memutuskan untuk menghentikan pengambilan air sepuluh menit sebelum azan salat lima waktu.

    “Kami ingin memastikan air untuk wudu tetap tersedia,” ungkap Uun. Meskipun langkah ini menyebabkan sedikit ketidaknyamanan, mereka sepakat bahwa kebutuhan air adalah prioritas utama.

    Pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga adalah hal yang paling penting saat ini. Uun menegaskan bahwa dengan adanya aturan ini, diharapkan ibadah warga tetap bisa dilaksanakan dengan baik.

    Statistik dan Realitas di Lapangan

    Berdasarkan informasi dari Pemerintah Desa Kertanegla, krisis air bersih ini mempengaruhi sekitar 600 hingga 700 kepala keluarga. Mereka harus berjuang setiap hari untuk mendapatkan cukup air untuk kebutuhan sehari-hari.

    Bunyamin, Kepala Desa Kertanegla, menuturkan bahwa permasalahan kekeringan ini bukanlah hal baru. Setiap tahun, khususnya saat musim kemarau, kedua dusun tersebut selalu menghadapi kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

    Pengambilalihan suplai air yang dialirkan melalui masjid merupakan satu-satunya solusi yang ada bagi warga dua dusun tersebut. Bunyamin menjelaskan, setiap keluarga kini hanya diperbolehkan mengambil dua hingga tiga jeriken air setiap harinya.

    Upaya Pemerintah Desa dan Harapan Warga

    Pemerintah desa berusaha menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah setempat agar bantuan dapat segera diterima. Diharapkan agar pengiriman bantuan distribusi air bersih dari BPBD segera dilaksanakan guna meringankan beban warga.

    Walaupun telah melaporkan keadaan sulit ini, hingga kini, bantuan air yang dinanti-nanti oleh warga belum juga datang. Pemenuhan kebutuhan air bersih adalah prioritas yang harus segera diatasi.

    Bukan hanya bantuan darurat, namun warga juga berharap adanya solusi permanen untuk masalah kekeringan yang berulang ini. Bunyamin menekankan perlunya pembuatan sumur bor untuk memastikan distribusi air yang lebih stabil di masa depan.

    Di tengah kesulitan ini, Masjid Jami Al Ihsan dipercaya sebagai satu-satunya harapan bagi ratusan keluarga agar dapat bertahan di tengah kekeringan ini. Bagi mereka, masjid tidak hanya menjadi simbol ibadah tetapi juga tempat yang memberikan harapan di saat sulit.

    Gianttech88

    Gianttech88

    Next Post
    Minta Izin Trump untuk Beli RAM CXMT dari China

    Minta Izin Trump untuk Beli RAM CXMT dari China

    Recommended.

    Gempa 5,6 di Pacitan diikuti Empat Gempa Susulan Magnitudo 2,4-2,5

    Gempa 5,6 di Pacitan diikuti Empat Gempa Susulan Magnitudo 2,4-2,5

    June 27, 2026
    Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup Menggunakan Air Masjid di Musim Kemarau

    Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup Menggunakan Air Masjid di Musim Kemarau

    June 29, 2026

    Trending.

    Kasus Grace Natalie Tetap Ditangani Polda Metro Meski Bareskrim Terlibat

    Kasus Grace Natalie Tetap Ditangani Polda Metro Meski Bareskrim Terlibat

    June 26, 2026

    We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

    Follow Us

    Categories

    • Gadget
    • Science

    Recent News

    Tito Arahkan Kepala Daerah Tingkatkan Mitigasi Hadapi Dampak El Nino

    Tito Arahkan Kepala Daerah Tingkatkan Mitigasi Hadapi Dampak El Nino

    June 29, 2026
    Minta Izin Trump untuk Beli RAM CXMT dari China

    Minta Izin Trump untuk Beli RAM CXMT dari China

    June 29, 2026
    • About
    • Advertise
    • Privacy & Policy
    • Contact

    © 2026 Techconsumptions.com.All Rights Reserved.

    No Result
    View All Result
    • Gadget
    • Science

    © 2026 Techconsumptions.com.All Rights Reserved.