Muhammad Saleh, seorang warga dari Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan, baru-baru ini mengisahkan pengalaman mengerikan yang dialaminya saat kebakaran kapal KMP Mutiara Sentosa II terjadi di perairan Madura. Pada kejadian itu, Saleh tidak hanya berjuang untuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga berusaha membantu penumpang lain untuk keluar dari situasi yang mengancam nyawa mereka.
Saleh, yang berusia 44 tahun, adalah seorang pekerja yang bertugas mengawal pengiriman 17 ekor kuda dari Surabaya menuju Makassar. Ketika insiden kebakaran terjadi, ia sedang memotong rumput untuk pakan kuda di dalam kapal. Tiba-tiba, teriakan dari sopirnya memecah keheningan, memperingatkannya akan kebakaran yang sedang melanda kapal.
“Jadi saya potong-potong rumput, tiba-tiba muncul asap. Sopir saya berteriak ‘kebakaran!'” kenang Saleh dalam sebuah wawancara di posko evakuasi yang terletak di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Kebakaran Menghantam Kapal Saat Misi Pengiriman
Setelah mendengar teriakan sopir, Saleh segera merasakan kepanikan melanda. Ia berjuang menemukan jalan keluar dari dalam kapal yang penuh dengan asap hitam tebal. Dalam keadaan terdesak, Saleh memanfaatkan celah jendela untuk mengambil napas sebelum naik ke geladak.
“Sulit untuk bisa lari karena asapnya tebal, saya tidak bisa melihat. Akhirnya, saya ambil napas dari jendela agar bisa bernapas,” ungkapnya. Melihat kegelapan dan kepanikan di sekelilingnya, Saleh berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari kapal yang terbakar.
Saat mencapai geladak, Saleh merasa kekurangan peralatan penyelamatan. Ia sempat membawa jeriken kosong, yang dicoba untuk digunakannya sebagai alat bantu apung. Beruntung, seseorang di area tersebut memberinya pelampung, yang cukup penting dalam keadaan darurat.
Situasi Peluncuran yang Menegangkan
Di atas geladak, situasi semakin mencekam. Penumpang tampak ragu untuk melompat ke laut karena ketinggian kapal yang mengintimidasi. Saleh yang berada di bagian depan kapal melihat dua benda penting, yaitu tali jangkar dan selang, yang terancam terbakar api.
“Di depan, tali jangkar terbakar dan selang juga ikut terbakar. Kami tidak berani melompat karena situasinya sulit,” ujar Saleh. Saat itu, rasa panik mulai meresap, hingga Saleh didorong oleh penumpang lain dan jatuh ke dalam laut.
“Akhirnya saya terjatuh. Di dalam air, saya melihat dua penumpang lain—pedagang kambing—yang sebelumnya saya kenal di atas kapal. Mereka meminta pertolongan.” Dengan keberanian yang tersisa, Saleh memutuskan untuk berenang menuju mereka yang sedang terjebak dalam ketakutan.
Pertolongan di Tengah Ombak yang Menghantam
Di tengah perjalanan, pedagang kambing dan anaknya itu meminta bantuannya karena mereka tidak dapat berenang. Saleh yang sudah kehabisan tenaga berusaha agar mereka meraih kemeja dan celananya yang diikat di lehernya untuk dijadikan pegangan.
“Saya berusaha membantu mereka. ‘Jangan pegang itu, nanti saya tenggelam. Pegang bajuku saja,'” ujarnya. Mengingat situasinya, Saleh sangat hati-hati agar tidak tenggelam lebih dalam lagi saat membantu orang lain.
Di tengah gelombang lautan, Saleh berjuang melawan ombak sambil menggigit celana untuk menghindari tenggelam. “Saat saya berusaha menyelamatkan orang, ombak terus membuat saya menelan air laut,” kenangnya dengan suara bergetar.
Penyelamatan yang Mengharukan dan Kerugian yang Dialami
Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan, Saleh dan dua penumpang lainnya berhasil mencapai kapal penyelamat. Ketika mereka naik ke daratan, penjual kambing tersebut seketika mual dan terjatuh, sementara Saleh merasakan rasa syukur yang mendalam karena selamat dari kebakaran itu.
“Saya bersyukur bisa selamat, meskipun saya juga kehilangan banyak hal,” ujar Saleh. Dari insiden itu, selain para korban yang terluka, ia menyatakan bahwa 17 kuda yang ia kawal juga gagal terkirim ke Makassar.
“Besar kerugian saya. Muatan 17 ekor kuda tersebut mencapai Rp640 juta. Saat berada di tengah situasi yang gawat, saya hanya bisa berharap untuk selamat,” tutup Saleh. Kehadiran Saleh di antara 238 penumpang KMP Mutiara Sentosa II adalah salah satu kisah heroik dalam insiden tragis ini, di mana lima orang dinyatakan hilang.









