Jakarta, 6 Agustus 2026 – Belakangan ini, perhatian masyarakat tertuju pada fenomena penggunaan kacamata pintar oleh influencer yang diam-diam merekam aktivitas di suatu acara. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai privasi, mengingat perangkat tersebut terlihat seperti kacamata biasa, sehingga sulit untuk mengetahui kapan kamera sedang aktif.
Kekhawatiran tentang privasi mengemuka seiring dengan meningkatnya popularitas teknologi wearable. Banyak yang merasa terancam dengan kemungkinan direkam tanpa izin, bahkan dalam situasi yang seharusnya bersifat pribadi.
Melihat situasi ini, perusahaan teknologi pun perlu menjelaskan fitur keamanan pada perangkat mereka. Dalam hal ini, komunikasi yang efektif menjadi penting agar masyarakat merasa lebih aman dan terinformasi tentang penggunaan teknologi yang mereka pakai.
Rokid Menanggapi Isu Privasi Kacamata Pintar dengan Serius
Kekhawatiran masyarakat terkait privasi ini ditanggapi oleh Rokid saat acara DTI-CX 2026. Ricky Cahyadi Halim, Head Departement Marketing Communication PT. Denka Pratama, menekankan bahwa pelanggaran privasi adalah hal yang sangat serius dan mengecam tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa smart glasses yang mereka produksi dirancang dengan fitur keamanan yang meningkat. Dimana saat pengguna mengambil foto atau merekam video, lampu indikator secara otomatis akan menyala, sehingga orang-orang di sekitar dapat mengetahuinya.
Indikator ini menjadi bagian penting dari desain produk, guna menciptakan suasana yang lebih transparan di antara pengguna dan lingkungan sekitar. Sehingga, harapannya adalah untuk meminimalisasi risiko penyalahgunaan teknologi.
Ketahanan terhadap Modifikasi dan Penyalahgunaan Teknologi
Rokid memiliki perangkat lunak unik bernama Yoda OS yang sulit dimodifikasi. Hal ini bertujuan agar pengguna tidak dapat menonaktifkan indikator yang menunjukkan kamera sedang aktif, sehingga meningkatkan ketahanan perangkat dari upaya penyalahgunaan.
Jika ada pengguna yang berusaha melakukan modifikasi ilegal terhadap perangkat, pihak perusahaan siap memberikan sanksi tegas. Garansi resmi perangkat akan hangus jika terbukti melanggar ketentuan tersebut.
Meski memiliki fitur-fitur keamanan, Rokid mengakui bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya mencegah penyalahgunaan. Seperti dalam banyak teknologi lainnya, perilaku pengguna tetap menjadi faktor penentu.
Kebutuhan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Teknologi
Dengan adanya isu privasi ini, penting bagi masyarakat untuk memahami cara kerja perangkat pintar. Pengetahuan ini tidak hanya membantu mereka dalam menggunakan teknologi, tetapi juga dalam melindungi diri dari potensi penyalahgunaan.
Pihak Rokid berharap agar masyarakat tidak hanya melihat smart glasses sebagai perangkat yang bisa digunakan untuk merekam orang, tetapi juga sebagai alat yang dapat meningkatkan produktivitas secara hands-free. Fokus pada manfaat yang positif dapat membantu mengubah persepsi negatif tentang perangkat tersebut.
Diharapkan dengan adanya pendekatan ini, masyarakat akan lebih terbuka untuk menerima teknologi baru yang membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.









