Pembaruan dalam struktur kepemimpinan Polri baru saja dilakukan dengan mutasi signifikan. Jenderal Suyudi Ario Seto, sebagai Kapolri, memimpin pergeseran enam kapolda di Pulau Jawa dalam langkah strategis ini.
Sebanyak 19 polda mengalami pergantian pimpinan, mencerminkan dinamisnya organisasi dalam memaksimalkan kinerja. Salah satu fokus dari mutasi ini adalah untuk menjaga kesinambungan dan efektivitas kepolisian di seluruh wilayah.
Surat Telegram mutasi tertuang dalam Nomor ST/2205/X/KEP./2026, dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober 2026. Ini menjadi langkah pertama dalam era kepemimpinan Suyudi di institusi kepolisian Indonesia.
Proses Mutasi sebagai Bagian dari Pembinaan Karier di Polri
Mutasi di Polri berfungsi tidak hanya untuk mengganti pejabat, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan karier. Banyak personel yang mendapatkan promosi atau jabatan baru sebagai bentuk pengakuan atas kinerja mereka.
Misalnya, Kapolda Banten yang sebelumnya dijabat Irjen Hengki kini digantikan oleh Brigjen Hendra Kurniawan. Hendra sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Daerah di Banten, menandakan peningkatan tanggung jawab yang diembannya.
Kapolda Metro Jaya, yang sebelumnya dipimpin oleh Komjen Asep Edi Suheri, kini dipimpin oleh Irjen Dadang Hartanto. Dadang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku, menunjukkan pola pergeseran dalam organisasi yang mengutamakan kualitas dan pengalaman.
Perubahan Pimpinan Mencakup Berbagai Wilayah Strategis
Wilayah lain yang terpengaruh oleh mutasi ini adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Brigjen Roy Hardi Siahaan menggantikan Irjen Ribut Hari Wibowo sebagai Kapolda Jawa Tengah.
Polda Jawa Timur kini dipimpin oleh Irjen Dekananto Eko Purwono, menggantikan Irjen Nanang Avianto. Perubahan ini merupakan hal yang wajar dan diperlukan untuk meningkatkan kinerja kepolisian di wilayah tersebut.
Selain itu, iringan Kapolda untuk Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami perubahan. Irjen Langgeng Purnomo kini menjabat menggantikan Irjen Anggoro Sukartono, menambah daftar pejabat baru dalam struktur Polri.
Dinamika Internal Polri untuk Meningkatkan Kinerja Silang
Kepolisian memandang mutasi sebagai langkah strategis untuk menjaga dinamika organisasi. Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mutasi adalah bagian dari kebutuhan organisasi yang berkelanjutan.
dalam surat resmi, Johnny menjelaskan pentingnya rotasi jabatan untuk meningkatkan pelayanan publik. Semua pejabat baru diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat dan melanjutkan program yang sudah berjalan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tugas di setiap satuan sangat bergantung pada kemampuan pejabat baru dalam melaksanakan tanggung jawab. “Kami berharap setiap personel dapat memberikan pelayanan publik yang optimal,” jelas Johnny.








