Pemerintah Republik Indonesia tengah berupaya untuk melestarikan warisan budaya berharga melalui proyek restorasi 218 candi perwara yang terletak di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Proyek ini diharapkan dapat rampung dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan, melebihi target awal yang ditetapkan selama sepuluh tahun.
Candi perwara merupakan struktur lebih kecil yang berfungsi sebagai pelengkap untuk candi utama dalam sebuah kompleks percandian, memberikan nilai historis dan estetika yang tinggi. Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin menjelaskan bahwa target penyelesaian ini muncul setelah pertemuan antara Presiden RI dan Perdana Menteri India, yang mempercepat waktu pelaksanaan proyek tersebut.
“Awalnya kami merencanakan proyek ini selesai dalam sepuluh tahun. Namun, karena semangat yang ditunjukkan, kami berupaya menyelesaikan semua candi perwara sebelum 2029,” jelas Esti di Kompleks Candi Prambanan, menegaskan optimisme dalam menyukseskan proyek ini sebagai bagian dari destinasi pariwisata yang lebih menarik.
Keberlanjutan dalam Revitalisasi Candi Perwara
Revitalisasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan menjadi momentum yang sangat berarti bagi para ahli warisan budaya dan pariwisata. Dirut PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Maya Watono, menyatakan bahwa kerjasama ini akan melibatkan India dalam proses pemugaran, sehingga lebih dari 200 candi dapat berdiri megah di Prambanan.
Lokasi tersebut tidak hanya menjadi penting secara budaya, tetapi juga strategis dalam menarik minat wisatawan. Maya mengungkapkan bahwa Prambanan menawarkan potensi besar, menjadikannya salah satu destinasi utama untuk pariwisata warisan budaya dan spiritual di Indonesia.
“Kunjungan pemimpin negara menjadi langkah awal yang cerah untuk meningkatkan daya tarik sektor pariwisata nasional,” tambahnya. Dengan pelaksanaan proyek ini, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara meningkat, yang akhirnya akan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Pentingnya Kerjasama Internasional dalam Pelestarian Budaya
Pelaksanaan proyek ini merupakan contoh konkret dari kerjasama internasional dalam pelestarian budaya. Pemerintah India tak hanya menyediakan dana, tetapi juga dukungan teknis dengan mengirimkan tim ahli dari Archaeological Survey of India. Ini menunjukkan komitmen bersama antara kedua negara dalam menjaga warisan budaya dunia.
Indira menjelaskan bahwa proses restorasi akan mencakup pemugaran sekitar 54 candi di sisi timur laut Candi Prambanan, yang merupakan bagian dari total 218 candi perwara. Ini memastikan bahwa hanya satu bagian dari kompleks yang akan diperbaiki sekaligus, menjaga keamanan dan aksesibilitas bagi para pengunjung.
“Konsep kolaborasi ini mengedepankan pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan teknologi canggih dalam restorasi,” katanya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelestarian dan lebih banyak orang dapat menikmati keindahan arsitektur kuno ini.
Proses Pemugaran yang Tidak Mengganggu Kegiatan Wisata
Selama proses restorasi, manajemen candi memastikan bahwa kegiatan wisata di Kompleks Candi Prambanan tetap berlangsung tanpa ada gangguan signifikan. Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menegaskan bahwa operasional candi akan berjalan seperti biasa dengan pendekatan zona tertentu.
“Kami akan menyesuaikan pelaksanaan restorasi dengan kebutuhan pengunjung, sehingga mereka tetap dapat menikmati keindahan candi sambil menyaksikan proses pemugaran,” kata Febrina. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman unik bagi para wisatawan yang datang.
Proses pemugaran akan diawasi dengan ketat oleh Kementerian Kebudayaan dan Museum Cagar Budaya, membantu memastikan bahwa kegiatan konservasi tidak akan merusak struktur candi yang sudah ada. Ini menjadi perhatian utama, mengingat pentingnya menjaga integritas dan nuansa historis dari Kompleks Candi Prambanan.









